Pada suatu waktu di tahun 1960-an, dua wanita pemberani tiba di sebuah kota dengan menumpang kendaraan roda tiga. Wanita yang lebih tua bernama Irene Duval. Yang lebih muda sebut saja dengan Cebo. Keduanya merupakan makhluk yang lumayan sakti, terlebih Irene Duval. Mereka sepakat untuk mendirikan sebuah kerajaan dan dipilihlah satu lokasi keramat bersimbol 158 dengan ciri khas sebuah pohon mangga besar di serambi depan, tempat pintu utama masuk. Maklumat kerajaan yang pertama adalah mengumumkan Irene Duval sebagai ratu mulia dan Cebo sebagai patih kerajaan. Nama kerajaan itu disepakati sebagai Valebo, singkatan harum dari Duval dan Cebo.
Konon di kota itu sudah sejak lama bermukim seorang pahlawan besar di zamannya yang oleh penduduk setempat dinamakan Bopa. Oleh titah Irene Duval, Bopa diangkat sebagai Pangkokamtib (Panglima Komando Keamanan dan Ketertiban), sebuah jabatan tersohor yang pada masa itu sangat populer.
Kerajaan Valebo amatlah luas. di garis depan perbatasan dilewati oleh kereta api yang lewat 3 kali dalam sehari. Garis belakang kerajaan dibatasi oleh sebuah sungai kecil. Bagian kiri dan kanan kerajaan Valebo diapit oleh tembok tinggi yang lumayan kokoh.
Kerajaan Valebo amatlah luas. di garis depan perbatasan dilewati oleh kereta api yang lewat 3 kali dalam sehari. Garis belakang kerajaan dibatasi oleh sebuah sungai kecil. Bagian kiri dan kanan kerajaan Valebo diapit oleh tembok tinggi yang lumayan kokoh.
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen