Samstag, 18. April 2015

Kematian

Kematian itu sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah perpindahan dari satu dimensi ke dimensi lainnya. Lebih tepat disebut sebagai peralihan. Melebihi kecepatan cahaya dan agar sanggup melewati lubang hitam (blackhole), itulah perjalanan setiap orang ke alam baka, ke dimensi lebih tinggi. Karena sebenarnya yang mati adalah badan kasar saja. “Orang sadar, tetapi tidak mau tahu. Orang membantah kelahiran kembali juga tidak masalah, ibarat gravitasi bumi jika tidak percaya, coba saja naik ke lantai 5 kemudian jatuh, nanti pasti jatuh ke bawah. Hukum sebab akibat pun demikian, kita menanam padi tidak mungkin tumbuh jagung, padi ya padi. Itulah namanya keadilan semesta, tidak ada kaitannya orang percaya atau tidak percaya,” jelas pria yang juga merupakan dosen di Ubaya tersebut. “Lahir dan kematian setiap orang itu sudah deterministik (takdir). Di antara 2 waktu itu terjadilah berbagai kemungkinan (nasib) yang berealitas dalam bermacam dunia parallel. Kita saat ini sedang berada dan menjalani salah satu kemungkinan tersebut. Sehelai daun tertentu yang jatuh pun sudah terpastikan ribuan tahun silam”, lanjut Anton. Hal-hal deterministik yang sudah terpastikan sebelumnya tersebut telah dibuktikan dalam proyek Dimensi Psi (Deviation of Variance, 11 September 2001) yang diketuai oleh Prof. Roger Nelson dari Princeton University

Keine Kommentare: