Mittwoch, 22. April 2015

Tanya Jawab: Nasib, Hukum Sebab-Akibat, Takdir

TANYA  Apakah nasib termasuk dalam hukum sebab-akibat?
JAWAB Nasib adalah pandangan dan tafsiran kehidupan yang ditentukan sendiri oleh setiap orang. Setiap manusia bisa menentukan nasib dari takdirnya sendiri.

TANYA  Apakah nasib itu suratan takdir dari Tuhan?
JAWAB Tidak, melainkan keputusan sendiri dari setiap insan. Nasib dibuat sendiri oleh manusia, tetapi takdir itu tidak bisa diubah. Jalan kehidupan setiap manusia itu sudah digariskan, tetapi nasib seseorang ditentukan sendiri olehnya, sebab itu takdir kemudian tidak gampang lagi dikenali.  

TANYA  Apakah jam kematian seseorang itu sudah digariskan?
JAWAB Jam kematian seseorang dapat ditentukan melalui nasib. Pada umumnya tergantung dari individu masing-masing, jarang melalui takdir. Takdir adalah, jika misi kehidupan seseorang sesuai dan harmonis dengan rencana Sang Pencipta. Usia tidak berperan apa-apa. Takdir itu artinya membuka semua pintu kehidupan dan tak ada yang tertutup. Namun hidup ini membutuhkan justifikasi, sehingga dapat menjadi nasib. Namun tak ada paksaan dalam hal ini.  

TANYA  Apakah takdir merupakan karunia Ilahi?
JAWAB Takdir itu bukan karunia, tetapi penentuan. Penjelasannya dengan 2 contoh ini: (1) seseorang menetap di suatu tempat dan harus tinggal di situ. Ini adalah takdir. Tetapi ia tidak harus tinggal di sini, sebab ia punya kebebasan berkehendak. Jika ia pindah, maka ia membuat sang takdir menjadi nasib. (2) Seseorang digariskan suratan takdir untuk membentuk sebuah keluarga. Namun tiba-tiba ia meninggalkan keluarganya, maka sang takdir menjadi nasib. Jika orang mengarahkan hidupnya sesuai takdir, maka takdir pula yang akan menentukan jalan sang kehidupan, bukan nasib. Nasib itu lebih keras daripada takdir. Takdir membuat orang bahagia, tetapi nasib kerap kali membuat sengsara.

TANYA Beberapa orang punya daya linuwih mampu melihat masa depan. Apa yang dapat dilihat, nasib atau takdir?
JAWAB Sebaiknya tidak usah dilakukan. Tetapi hal itu bisa terjadi, namun sulit untuk membedakan antara takdir dan nasib. Tak ada yang dapat dikatakan secara umum. Kita baru mengetahui jika sang waktu masa depan tiba. Jika tepat, maka takdirlah yang telah dilihat, karena takdir itu tidak berubah. Jika tidak tepat, maka nasib yang tadinya diamati. Nasib itu bisa berubah, tergantung manusianya sesuai kebebasan berkehendak.

TANYA  Apa artinya nasib?
JAWAB  Kehidupan setiap manusia di bumi ini merupakan garis yang sudah ditentukan. Jika orang ikut campur untuk merubah garis tersebut, maka ia menciptakan nasibnya sendiri. Keberadaan manusia di bumi ini bagai melewati pintu. Jiwa-jiwa disortir melalui kehidupan materi di bumi dan lalu diurutkan ke alam baka. 

Keine Kommentare: